Menghitung Harga Sebuah Karya Desain
Ilmu Grafis Desain cara memberi nilai jual karya desain grafis
variatif, ahli desain menyuguhkan serangkaian cara & Rumus untuk Memberi
Nilai Harga Jual Desain yang cukup bisa diandalkan. Seringkali para desainer
muda atau baru merasa bingung, sungkan dan gamang untuk memberi nilai jual
karya desain yang mereka buat atau tidak tahu “pasarannya berapa” bahkan tidak
ngeh harus dinilai berapa karya desain mereka.
Menghitung
biaya desain memang susah gampang, sangat relatif dan tergantung berbagai aspek
seperti level intelektualitas si desainer, biaya operasional, upah minimal,
tingkat kesulitan, hingga jumlah jam kerja. Apalagi Anda yang baru saja memulai bisnis desain. Berikut ini rumus mengitung harga
desain yang mungkin bisa dipakai. Rumus ini sama dengan rumus menghitung harga desain sebelumnya. Ini bukan rumus
pasti, hanya sebagai acuan atau referensi saja. Desainer wajib
paham dan mengerti perihal berikut.
RUMUS HARGA DESAIN
oleh Thomas Dian feat. Ipung Motha
Evaluasi : Herman Saksono
Evaluasi : Herman Saksono
Hs= (A x B x V) (V/n) + (C x V)
———————————————————————————–
Hs :
harga desain
A : upah harian buruh terendah di daerah tempat bekerja (
bisa didapat dari UMR upah minimum regional yang bisa diakses pada website resmi kabupaten, kota, daerah setempat dibagi 30)
B :
nilai intelektualitas subyektif (Newbie =3, Average = 6, Profesional = 12)
(atau diantarnya)
C : biaya operasional (listrik, komputer, internet, transport, print, presentasi) (dihitung perhari)
C : biaya operasional (listrik, komputer, internet, transport, print, presentasi) (dihitung perhari)
n :
jumlah hari kerja (1 hari kerja = 7jam)
V :
beban pekerjaan (spesial
request, tingkat kesulitan, konsep, artistik, dll) (dihitung hari)
Contoh :
AVERAGE REGULER, n=4 V=4
——————————————————————–
(20.000 x 6 x 4) (4/4) + (80.000 x 4) = 800.000
——————————————————————–
Upah harian = 800.000 / 4 = 200.000
AVERAGE SPEED ORDER, n=2 V=4
——————————————————————–
(20.000 x 6 x 4) (4/2) + (80.000 x 4) = 1.280.000
——————————————————————–
Upah harian = 1.280.000 / 2 = 640.000
AVERAGE SLOW ORDER, n=10 V=4 (molor, telat, dll)
———————————————————————
(20.000 x 6 x 4) (4/10) + (80.000 x 4) = 512.000
———————————————————————
Upah harian = 512.000 / 10 = 51.200
PROF REGULER, n=4 V=4
———————————————————————
(20.000 x 12 x 4) (4/4) + (80.000 x 4) = 1.280.000
———————————————————————
Upah harian = 1.280.000 / 4 = 320.000
PROF SPEED ORDER, n=2 V=4
———————————————————————
AVERAGE REGULER, n=4 V=4
——————————————————————–
(20.000 x 6 x 4) (4/4) + (80.000 x 4) = 800.000
——————————————————————–
Upah harian = 800.000 / 4 = 200.000
AVERAGE SPEED ORDER, n=2 V=4
——————————————————————–
(20.000 x 6 x 4) (4/2) + (80.000 x 4) = 1.280.000
——————————————————————–
Upah harian = 1.280.000 / 2 = 640.000
AVERAGE SLOW ORDER, n=10 V=4 (molor, telat, dll)
———————————————————————
(20.000 x 6 x 4) (4/10) + (80.000 x 4) = 512.000
———————————————————————
Upah harian = 512.000 / 10 = 51.200
PROF REGULER, n=4 V=4
———————————————————————
(20.000 x 12 x 4) (4/4) + (80.000 x 4) = 1.280.000
———————————————————————
Upah harian = 1.280.000 / 4 = 320.000
PROF SPEED ORDER, n=2 V=4
———————————————————————
(20.000 x 12 x 4) (4/2) + (80.000 x 4) =
2.240.000
———————————————————————
Upah harian = 2.240.000 / 2 = 1.120.000
PROF SLOW ORDER, n=10 V=4 (molor, telat, dll)
———————————————————————
(20.000 x 12 x 4) (4/10) + (80.000 x 4) = 704.000
———————————————————————
Upah harian = 704.000 / 10 = 70.400
———————————————————————
Upah harian = 2.240.000 / 2 = 1.120.000
PROF SLOW ORDER, n=10 V=4 (molor, telat, dll)
———————————————————————
(20.000 x 12 x 4) (4/10) + (80.000 x 4) = 704.000
———————————————————————
Upah harian = 704.000 / 10 = 70.400
Rumus dari makassarterkini.ning.com ini
sekali lagi tidak baku, hanya sebagai pembanding dan bahan untuk pertimbangan.
Anda bisa saja mengubah, menambah dan mengurangi parameternya sesuai yang Anda
suka.
Semoga
Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang
lain di Facebook AhliDesain, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya
jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke ahlidesain RSS Feed.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar